Revolusi Penjaja Makanan Keliling (Meals on Wheels 2)

Standard

Sepeda motor mengawali revolusi penjaja makanan keliling. Tidak hanya makin luas cakupan konsumennya, dapat menghemat tenaga penjualnya ditambah pemanfaatan bebunyian khusus untuk menandakan kehadiran mereka.
Bunyi klakson 2 pendek dan 1 panjang menandakan kehadiran penjual tahu sumedang bersepeda motor di rumah orangtua saya. Di tempat lain mungkin penjual telur, ikan segar, ayam potong, jamu tradisional, roti bakery, bakwan malang, siomay, bubur ayam, menambahkan rekaman kaset atau musik tertentu untuk memanggil pelanggannya yang masih di dalam rumah. Berkembang pula motor gerobak yang dibuat seunik mungkin dengan ukuran yang pas untuk diselipkan dimana saja.

motor gerobak unik
Konsep moko (mobil toko) hadir secara mengagumkan memberikan makanan kualitas restoran (hangat, variasi lebih banyak, jumlah lebih banyak) ke tempat-tempat yang tidak terbayangkan. Moko masakan padang, aneka rebusan (versi sederhana dari shabu-shabu), aneka bakery, pastel Ma’ Cik dan masih banyak lagi contohnya.
Restoran padang dan masakan Cina pun tak ketinggalan menggunakan roda di dalam ruang makan mereka. Konsep dasarnya sama, mendekatkan makanan ke manusia. Troli dimsum berkeliling menawarkan aneka variasi hidangan ke pelanggan yang duduk di meja masing-masing.

moko

Semakin banyak pengusaha restoran padang yang ingin mengurangi risiko makanan terbuang atau cederanya pegawai akibat pecahan piring saat menghidangkan makanan. Maka aksi tumpukkan piring berjajar di kedua lengan pelayanan berganti menjadi tumpukkan piring di troli.
Yang saya sukai dari kisah ini adalah betapa kreatifnya rakyat Indonesia. Sepanjang pengetahuan saya, pedagang makanan keliling berawal dan hanya berkembang pesat di Indonesia. Di Malaysia dan Singapura amat jarang terlihat pedagang makanan berkeliling kampung. Kalaupun ada, perintisnya pasti orang Indonesia.
Memang ada sisi negatifnya, seperti sampah yang dibuang di sepanjang trayek penjaja makanan tadi. Polusi bau terhadap lingkungan misalnya dari penjual ikan segar, menurunnya kualitas bahan makanan tertentu akibat terjemur matahari bila pengemasannya seadanya.
Tetapi sisi positifnya jauh lebih banyak. Penjaja makanan ini amat memudahkan para ibu rumah tangga karena mendekatkan makanan ke pintu rumah, mereka menjalin komunikasi dan ikatan khusus dengan pelanggannya, turut memelihara kearifan lokal budaya Indonesia disamping makanan khas Nusantara.
Selanjutnya bersambung di bagian 3

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s