Rijsttafel malam minggu

Standard

Rijsttafel di Indonesia, secara bebas dapat diartikan sebagai “makan besar”.
Bila kita perhatikan, hal ini menjadi kebiasaan baru masyarakat Indonesia. Paling tidak masyarakat Jakarta, yang terlihat jelas oleh saya.
Namun bukan versi rijsttafel konvensional yang isinya hidangan ala peranakan ataupun fiesta masakan padang, versi malam mingguan berbeda sama sekali.
Dari mana saya tahu?
Mudah saja, coba sama-sama kita lihat perubahan atmosfer di minimarket, supermarket dan hipermarket setiap malam minggu.

minimarket
supermarket

Tiba-tiba aktor-aktor pembelanja reguler (yaitu ibu rumah tangga, pembantu rumah tangga atau pedagang) digantikan oleh kelompok pembelanja spesialis malam minggu. Siapakah mereka?
Mereka adalah para suami yang sengaja pulang cepat (sendiri atau mengajak anak-istrinya).
Aneka makanan beku (nugget, sosis, burger, bakso, es krim) kesukaan anaknya, durian monthong untuk istrinya, minuman bersoda, aneka roti-kue-biskuit adalah piala-piala kesuksesan hasil kerja sepanjang minggu untuk dibawa pulang.
Anak-anak remaja usia belasan tahun hingga awal duapuluhan yang telah mengumpulkan uang jajan khusus untuk dibelanjakan pada malam minggu.
Berbagai makanan ringan (Lays, Mr. Potato, Cheetos, Smax, Taro, Kacang Garuda, dll), minuman berkarbonasi (Coca cola, Pepsi, dll), lebih disukai yang beralkohol (Bir Bintang, Heineken, Mix Max, dll), aneka cokelat dan permen (Silver Queen, Cadbury, M&M’s, Van Houten, Yuppy, dll), es krim (Walls, Campina, Diamond, dll) dan mi instan (Pop Mie, Indomie, Supermie, Mie Sedap, Mie Nissin, dll) memenuhi keranjang belanjaan mereka.

mi instan
soda

Para wanita atau pria single yang bersiap untuk malam mingguan namun membutuhkan quick fix. Kelompok ini akan mencari spons bedak, bedak padat, lipstik, lipgloss, pembalut wanita, kapas kecantikan, penyegar mulut/ obat kumur, permen karet, minuman berenergi (Lipovitan, Kratingdaeng, dll), pewarna rambut, aneka lotion kulit, kondom, pil KB, dan benda lain sejenisnya.
Pemuda-pemudi yang akan menghabiskan malam mingguan di depan televisi atau komputer.
Mereka memborong DVD bajakan, pop corn siap makan ataupun yang dimasak microwave, makanan dan minuman ringan dan mi instan.
Gairan malam minggu rupanya tidak berhenti hingga pintu keluar toko.
Penjual makanan di beranda toko pun mendulang rejeki lebih dari biasanya. Aneka gorengan, martabak manis, martabak telur, jus buah, kue pukis atau tukang apapun yang bertengger pasti akan laku terjual.
Bisa mulai dibayangkan bila semua makanan itu digelar di meja makan, jadilah rijsttafel versi urban.
Bersambung ke bagian 2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s