risjttafel malam minggu bagian 2

Standard

Lalu dimanakah digelarnya jamuan risjttafel urban ini?
Sebagian dilakukan di rumah, sebagian dibawa ke tempat kawan, sebagian menetap di beranda toko untuk kongkow-kongkow.
Seperti dilaporkan inilah.com, nongkrong di minimarket menjadi gaya hidup anak muda masa kini. Alasan utamanya karena murah, mereka tidak dipungut bayaran bila duduk-duduk di emperan toko. Bahkan bila toko menyediakan meja dan kursi seperti minimarket Seven Eleven, mereka hanya perlu membeli segelas Slurpee untuk diminum ramai-ramai.
Selain itu kemudahan mengakses makanan, minuman dan rokok dengan harga terjangkau di toko tersebut membuat kebiasaan nongkrong di minimarket semakin populer terutama saat malam minggu.
Malam minggu di rumah keluarga-keluarga muda umumnya miskin masakan rumahan. Kalaupun ada, saya yakin tidak akan ada sayur bening bayam atau oseng tempe seperti hari biasanya. Malam minggu harus dihiasi makanan yang “serba”. Serba banyak, serba popular, serba gampang diperoleh, serba gampang dimakan. Salah satu solusinya adalah layanan pesan antar dari restoran-restoran cepat saji.
Namun bila sang ayah atau ibu-nya tidak lelah, keluarga muda ini akan keluar untuk makanan di restoran favorit keluarga atau mencoba kuliner baru. Maka risjttafel pun berpindah ke meja restoran.
Tidak penting apakah restoran tersebut bintang lima atau hanya warung tenda di pinggir jalan, yang penting hidangannya dapat dinikmati sekeluarga. Penjual bebek goreng, sate kambing, nasi uduk, masakan Cina dan seafood merupakan jenis-jenis makanan yang selalu dicari orang saat malam minggu.

Jadi kesimpulan saya bahwa risjttafel urban berbeda dengan konvensional karena tiga hal.
Yang pertama, risjttafel urban dapat dinikmati dimana saja, bahkan di emperan minimarket. Karena yang terpenting bagi penikmatnya adalah kebersamaannya dengan kawan, relasi dan keluarga.

Kedua, tentu menu yang dinikmati. Risjttafel urban lebih banyak didominasi makanan instan, berpengawet, tinggi garam dan gula serta lemak. Sementara risjttafel konvensional merupakan menu seimbang antara karbohidrat, protein dan sayuran walau pengolahannya beraneka macam.

risjttafel konvensional

Terakhir, risjttafel urban ini terbentuk lebih karena terdorong budaya konsumerisme bukan penghargaan terhadap hidangannya. Tentu saja, sebab makanan yang dipilih adalah produk yang populer di televisi. Sementara risjttafel konvensional dirancang dengan hati-hati, bertujuan menonjolkan kualitas bahan serta kemampuan memasak sang juru masak.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s