romantisme durian si Casanova dunia boga

Standard

Dia dicinta, dia dibenci. Bak sang Casanova, durian memiliki pecinta sejati yang rela mengeluarkan uang atau menjelajahi bumi demi menemukan kualitas terbaik.

Bagi pecintanya, durian adalah laksana pasangan jiwa. Setiap butirnya dihargai, dicicipi dengan penuh cinta.

Aroma surgawinya menjanjikan kenikmatan paket didalamnya. Walaupun kriteria durian yang sempura berbeda-beda bagi setiap orang.

Ada yang suka warna kuning tua hingga putih pucat (walau ada juga yang merah).

Ada yang menyukai daging buah yang tebal dan renyah seperti durian monthong yang mengkal. Adapula suka kelembutan daging buah yang tebal bagai mentega. Bahkan daging yang tipis sedikit berair pun memiliki penggemarnya sendiri.

Namun kualitas utama yang paling dicari para penggilanya adalah rasa manis memabukkan saat papil perasa di lidah tertutupi oleh lapisan lembut esens durian. Bagi penggemar yang “hard core”, mereka menyukai kadar alkohol yang tinggi dari durian yang sedikit kelewat matang.

Durian lokal Indonesia seperti durian medan, parung atau yang dipetik dari hutan memiliki rasa original otentik. Daging buahnya memang tidak setebal durian bangkok atau monthong, tetapi sensasi manis memabukkan tadi jauh lebih memuaskan.

Indonesia memiliki masyarakat mayoritas penyuka durian. Banyak produk dibuat untuk mempreservasi aroma dan rasa durian. Dodol durian atau Lempok durian, tempoyak, es krim durian, es putar durian, aneka es cendol atau es campur durian, keripik sanjay berbalut durian pedas, sirup durian, martabak manis durian dan lain-lain.

myWPEdit Image

Namun bagi pembencinya, durian bagai kryptonite bagi superman. Andrew Zimmern bintang acara Bizzare Food di TLC sudah merasakan berbagai makanan aneh yang ada di muka bumi. Durian adalah satu-satunya yang tidak bisa ditolerirnya.

Perpaduan bawang merah busuk, keju dan kadaver (jenazah) adalah penggambaran aroma durian dari kelompok oposisi. Konsistensi daging buah yang mirip custard atau digambarkan seperti lendir menambah tidak nyaman bagi yang pertama kali mencoba.

Saya jelas ada di kelompok pecinta sang Casanova. Bagi saya durian adalah benar-benar buah surgawi. Di lain pihak suami termasuk kelompok oposisi yang tidak menyukai durian, walau tidak membencinya.

Yang pasti, tidak ada buah dengan konstroversi begitu besarnya sehingga nyaris romantis dari si bundar berduri, Durian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s