Makanan Beroda di Indonesia (Meals on Wheels 3)

Standard

Saya mencoba mengidentifikasi makanan beroda apa saja yang ada di Indonesia. Menurut saya ini penting, karena merupakan bagian dari sejarah budaya kita. Seharusnya kita dapat merunut proses evolusi penjaja makanan keliling sejak jaman nenek moyang hingga kini dan nanti untuk anak cucu kita.
Daftar ini sebagian diperoleh atas bantuan dari situs organisasi.org, sebagian lagi hasil pengamatan saya. Kawan-kawan yang dapat melengkapi daftar ini silahkan menuliskan di kolom komentar dibawah.

1. Tukang jamu gendong (yang di sepeda atau sepeda motor)
2. Tukang bakso
3. Tukang mie ayam
4. Tukang laksa
5. Tukang soto mie/ soto ayam/ soto babat/ soto daging
6. Tukang bubur ayam
7. Tukang ketupat sayur
8. Tukang ketupek padang
9. Tukang pecel/ gado-gado
10. Tukang kue basah jajan pasar
11. Tukang sayur
12. Tukang cendol / dawet ayu
13. Tukang cincau
14. Tukang gorengan (yang di gerobak dorong)
15. Tukang kripik/ makanan ringan curah di gerobak dorong
16. Tukang bajigur ubi singkong dkk
17. Tukang donat (yang di gerobak dorong atau di sepeda motor)
18. Tukang buah potong / rujak
19. Tukang ketoprak
20. Tukang nasi goreng / mie goreng
21. Tukang sate padang
22. Tukang ikan / ayam / daging
23. Tukang es campur / es buah / es teler
24. Tukang tape / peyeum
25. Tukang obat
26. Tukang pempek / empek-empek palembang
27. Tukang cimol / cilok / cireng
28. Tukang somay / siomay bandung
29. Tukang batagor
30. Tukang juice / jus
31. Tukang minuman ringan
32. Tukang nasi / warteg / masakan padang
33. Tukang otak-otak
34. Tukang bubur kacang ijo/ ketan hitam
35. Tukang buah kiloan (mangga, jambu merah, duku, dll)
36. Tukang serabi bandung
37. Tukang kue putu
39. Tukang Bakwan malang
40. Tukang nasi gulai daging
41. Tukang bacang

Revolusi Penjaja Makanan Keliling (Meals on Wheels 2)

Standard

Sepeda motor mengawali revolusi penjaja makanan keliling. Tidak hanya makin luas cakupan konsumennya, dapat menghemat tenaga penjualnya ditambah pemanfaatan bebunyian khusus untuk menandakan kehadiran mereka.
Bunyi klakson 2 pendek dan 1 panjang menandakan kehadiran penjual tahu sumedang bersepeda motor di rumah orangtua saya. Di tempat lain mungkin penjual telur, ikan segar, ayam potong, jamu tradisional, roti bakery, bakwan malang, siomay, bubur ayam, menambahkan rekaman kaset atau musik tertentu untuk memanggil pelanggannya yang masih di dalam rumah. Berkembang pula motor gerobak yang dibuat seunik mungkin dengan ukuran yang pas untuk diselipkan dimana saja.

motor gerobak unik
Konsep moko (mobil toko) hadir secara mengagumkan memberikan makanan kualitas restoran (hangat, variasi lebih banyak, jumlah lebih banyak) ke tempat-tempat yang tidak terbayangkan. Moko masakan padang, aneka rebusan (versi sederhana dari shabu-shabu), aneka bakery, pastel Ma’ Cik dan masih banyak lagi contohnya.
Restoran padang dan masakan Cina pun tak ketinggalan menggunakan roda di dalam ruang makan mereka. Konsep dasarnya sama, mendekatkan makanan ke manusia. Troli dimsum berkeliling menawarkan aneka variasi hidangan ke pelanggan yang duduk di meja masing-masing.

moko

Semakin banyak pengusaha restoran padang yang ingin mengurangi risiko makanan terbuang atau cederanya pegawai akibat pecahan piring saat menghidangkan makanan. Maka aksi tumpukkan piring berjajar di kedua lengan pelayanan berganti menjadi tumpukkan piring di troli.
Yang saya sukai dari kisah ini adalah betapa kreatifnya rakyat Indonesia. Sepanjang pengetahuan saya, pedagang makanan keliling berawal dan hanya berkembang pesat di Indonesia. Di Malaysia dan Singapura amat jarang terlihat pedagang makanan berkeliling kampung. Kalaupun ada, perintisnya pasti orang Indonesia.
Memang ada sisi negatifnya, seperti sampah yang dibuang di sepanjang trayek penjaja makanan tadi. Polusi bau terhadap lingkungan misalnya dari penjual ikan segar, menurunnya kualitas bahan makanan tertentu akibat terjemur matahari bila pengemasannya seadanya.
Tetapi sisi positifnya jauh lebih banyak. Penjaja makanan ini amat memudahkan para ibu rumah tangga karena mendekatkan makanan ke pintu rumah, mereka menjalin komunikasi dan ikatan khusus dengan pelanggannya, turut memelihara kearifan lokal budaya Indonesia disamping makanan khas Nusantara.
Selanjutnya bersambung di bagian 3