Walking and cycling food at the street

Image
IMG_0552

“Tahu Gejrot” vendor crossing the main street at Thamrin while balancing the weight of a small kitchen on his shoulder. Everything he needed to make the dish; small plates, spoons, forks, small mortar to smash combination of garlic+chillies+salt+brown sugar+soy sauce+vinegar to a cohesive sauce for the sliced Tahu Pong (tofu that have been deep fried long time to create a hollow center so it will absorb more sauce). Gejrot similar with Smashed.

Mobile veg vendor #igers #igdaily #instamood #instastreet #instagrammers #instaindonesia #instanusantara #jakarta #jalanjakarta #slump #mayanggrafi #norecipejuststory

I found this “Tukang Sayur” cart, not far from a wet market. The merchant was went out to the market to buy more daily produce. He stuffed his cart up with the popular items his clientele asked for, with hope they will buy all of it from him.

Rebellious breakfast #igers #igdaily #instamood #iphonesia #instastreet #instagrammers #indonesianfood #instaindonesia #instanusantara #instanusantarapalingindonesia #jakarta #indonesia #breakfast #bubur #kacangijo #streetfood #stopsign #motorcycle #morni

It was cold saturday morning. Even though this “Bubur Kacang Ijo” merchant fixed his cart in front of forbid-to-stop sign, not lessen a motor cycler to stop and bought the warm-sweet-savoury green bean porridge for cheap and filling breakfast.

Between lanes #foodcart #jakarta #jalanjakarta #streetvendor #indonesia #igers #igdaily #instastreet #instagrammers #instaindonesia #instanusantara #mayanggrafi

This time was Sunday morning, and the traffic regulations didn’t mean anything to most Jakartans at this day.

IMG_0526

Wonder what he sells? He delivered hot beverages accessible for anyone in the street. The thermos filled with hot water, when his customer chose any sachet of instant powder they liked (coffee+sugar, coffee+sugar+creamer, cappuccino) or just plain tea bag, then he poured hot water with it in a plastic disposable cup.

Advertisements

Meals on Wheels

Standard

Ternyata istilah itu bukan berawal dari layanan pesan antar McDonald lho!
Pertama kali digunakan tahun 1943 oleh ikatan sukarelawan wanita dalam The Women’s Voluntary Service for Civil Defense di Inggris sebagai reaksi dari banyaknya orang yang sakit pasca pandemi influenza dan orang lanjut usia yang tidak bisa menyiapkan makanan sendiri. Sehingga sukarelawati di WVS memasak makanan atau membelinya dari restoran setempat kemudian diantarkan menggunakan mobil kecil ke rumah orang-orang yang membutuhkan.
Kini frasa meals on wheels digunakan untuk berbagai kegiatan mengantarkan makanan langsung ke rumah yang membutuhkan.
Sementara itu, pedagang makanan keliling sudah menjadi budaya Indonesia sejak jaman kolonial bahkan mungkin lebih awal. Bila kita perhatikan foto atau lukisan bertema kerakyatan jaman itu, atau membaca naskah kuno bahkan cerita rakyat, akan selalu ada penjual makanan (atau minuman) keliling. Tentu saja kala itu penjual masih menggunakan bakul dan pikulan, berjalan kaki menjajakan makanan keliling kampung.
Beverley M. Bowie menceritakan kondisi Jakarta di majalah National Geographic edisi September 1955, “…Cepat atau lambat, semua barang akan mendatangi pintu depan rumah. Pedagang keliling yang memikul barang jajaan yang terpasang di kedua ujung batang bambu tidak hanya membawa daging, tahu, ikan, telur, dan sayuran…” (menukil dari blog supermilan)

penjaja makanan keliling abad 19

Karena pedagang Indonesia cerdas, mereka membawa teknologi “roda/ wheels” pada penjualan keliling. Dengan tambahan roda, penjual dapat berjalan lebih jauh dan membawa makanan atau minuman lebih banyak. Maka bermunculan berbagai tipe dan variasi pedagang keliling beroda.
Gerobak persegi dengan dua roda tipis berdiameter besar adalah bentuk yang paling umum ditemukan. Tukang sayur, tukang bubur kacang hijau, tukang ketoprak dan tukang bakso adalah beberapa yang menggunakan dua roda tadi. Ada juga variasi penambahan roda kecil tebal dibagian yang berlawanan dengan posisi penjualnya saat mendorong gerobak memberikan keseimbangan lebih baik.

tukang sayur

Variasi berikutnya adalah bentuk evolusi dari gerobak dorong. Penambahan roda ketiga yang ukurannya sama dengan dua lainnya. Secara cerdas mengambil teknologi becak untuk menghemat tenaga dan memperluas area cakupan. Tukang roti Lauw dan sejenisnya merupakan salah satu pengguna tiga roda.

tukang roti

Sepeda dan sepeda motor pun digunakan untuk mendekatkan produk ke pelanggan.

Beberapa restoran seperti bakmi Golek menggunakan sepeda sebagai kendaraan untuk layanan pesan antar mereka yang jarak dekat.
Tambahan mesin bertenaga bahan bakar minyak telah merevolusi konsep pedagang keliling di Indonesia. Sepeda motor dan mobil mampu menempuh jarak puluhan kilometer. Sehingga lebih banyak lagi konsumen yang terbantu karena makanan-lah yang mencari manusia, bukan manusia yang mencari makanan.
Bersambung ke bagian 2